Imbang Lawan Wolverhampton, Rashford: Rasanya Seperti Kalah!

Penyerang Andalan MU, Marcus Rashford mengungkapkan perasaan nya ketika tim nya di tahan imbang ketika berjamu Wolverhampton pada pagi hari tadinya. sampai sampai Rashford mengklaim bahwasan nya tim nya tidak beruntung dan membawa pulang 1 poin saja di Stadion Molineux.

Di pekan ke 2 Primer League, The Reds Devil cuman mampu bahwa 1 poin saja. Manchester United cuman bisa bermain imbang dengan skor 1-1 di markas Wolverhampton . dalam laga tersebut memang para pemain Manchester Uniter bermain dengan penguasaan bola yang tinggi .

Pada Babak pertama, Marcus Rashford dan Kolega nya bermain dengan cukup rapi sampai laga babak di puit kan berakhir. namun sayang nya ketika MU dalam keadaan 1-1, mereka juga sempat mendapatkan Poin kembali lewat penalti yang di dapatkan. namun sayang nya Penalti yang di tentang Pogba tidak berbuah goal .

Jadi Marcus Rashford menilai bahwa tim nya sudah tampil dengan cukup baik ketika bertandang ke Stadion Molineux, markas Wolverhampton . ” Saya merasakan bahwa kami sudah cukup baik di laga tersebut.itu merupakan hal yang tidak bisa kami lupakan begitu saja.” buka Rashford di MUTV.

Dalam tandang Stadion Molineux, Rashford mengakui bahwa MU dalam keadaan yang tidak beruntung dan hasilnya mereka cuman meraih hasil imbang .ia juga merasakan bahwa tim nya bisa meraih kemenangan dalam laga tersebut namun hasil akhirnya timnya cuman mendapatkan hasil yang imbang.

Walaupun mendapatkan hasil imbang, namun Rashford memberikan semangat untuk rekan tim nya dan tidak boleh berkecil hati dan harus bangkit lagi untuk memenangkan laga di pekan berikutnya. dan di pekan selanjutnya Manchester United akan berduel atas Crystal Palace di Old Trafford.

Luke Shaw Kritik Strategi Jose Mourinho di Manchester United

Bek Kiri Manchester United, Luke Shaw ada menyampaikan apa yang terjadi ketika Jose Mourinho Melatih pada musim 2018/2019 yang lalu. Shaw merasakan bahwa klub nya bermain tidak semestinya yang di tampilan di pertandingan.

Pada tahun ke 3, Jose Mourinho hanya bisa bertahan sebagai pelatih sampai bulan Desember 2018 saja. pasalnya dari awal Musim 2018/2019 Manchester United mangalami kekalahan yang besar sampai di bulan Desember sehingga Mu harus memecat nya.

Puncaknya detik detik Pemecatan Jose Mourinho itu ketika Manchester United di cukur habis oleh Liverpool di kadang Anfiel. pada saat itu Mu hanya bisa memberikan sebiji gol nya lewat Jesse Lingard sementara Gawang Dea Gea di cukur 3 gol oleh Xherdan Shaqiri dan Sadio Mane.

Lalu Manchester United menunjukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih Interim. dalam awal kepemimpinan nya ada sebuah harapan di mana MU meraih kemenangan berturut turut sampai sampai di ajang Liga Champions Mu bisa mengsingkirkan PSG. namun akhir musim Penurunan masih terlihat.

Pada musim lalu harus di akui bahwa Mu sangat tampil buruk. banyak dari Publik yang menunding bahwa strategi yang di terapkan oleh Mourinho itu menjadi faktornya. dengan Strategi defensif yang membuat para penonton tidak nampak menarik .

Luke Shaw juga berpendapat hal tersebut, karena sebagai pemain Manchester United harus bisa memberikan penguasaan bola dengan baik di sepanjangan pertandingan. namun apa yang di lakukan oleh Mourinho malah kebalikan nya.

Mitsubishi Outlander PHEV Akan Diproduksi Di Thailand

Negara yang pertama di asean yang telah menjual mobil mitsubishi outlander PHEV adalah negara indonesia.Akan tetapi produksinya dilakukan di negara thailand.

Thailand mendapatkan tugas untuk menproduksi Mitsubishi outlander phev tersebut.ini merupakan hal baru dengan memproduksi mobil ramah lingkungan pertama dari mitsubishi di luar dari jepang.

Mitsubishi motors corporation telah umumkan rencana untuk produksi outlander phev ini di thailand pada tanggal 31/7/2019.pengumuman ini di lakukan langsung oleh chairman MMC,osamu masuko.dia bilang zMMC sudah berinvestasi lebih kurang 10 miliar yen untuk mempersiapkan alat alat produksi pada pabrik di laem chabang,thailand.dan di pabrik sana lah akan di produksi mitsubishi outlander phev ini.

Kendaraan listrik dan plug-in hybrid sudah mulai meramaikan pasaran di asia tenggara.mitsubishi sudah melakukan tes di pasaran dengan produk PHEV.langkah yang dilakukan adalah dengan menjual mobil mitsubishi outlander phev di indonesia dan perencanaan pembuatan di thailand.Phev di nilai lebih sederhana dibandingkan dengan mobil listrik murni lain nya.

Alasan dari PHEV dikarenakan belum membutuhkan banyak pembangunan infastruktur stasiun penyedia listrik umum.setelah dari itu kapasitas baterai dan daya penjelah juga di pertimbangkan.maka dari itu dinilai phev sangat lebih mudah diterima ketimbang dengan mobil listrik langsung sepenuhnya.

Produksi mitsubishi outlander PHEV,seluruh nya ditangani di pabrik laem chabang.akan tetapi untuk baterai dan sejumlah komponen utama lain nya.untuk baterai masih di percaya untuk didatang kan dari jepang.dikarenakan awal produksi mitsubishi outlander PHEV di pabrik jepang lah yang duluan menproduksi nya,meski ada juga yang di ekspor.

Mitsubishi outlander PHEV pertama di produksi pada tahun 2013 dan dilakukan di pabrik jepang menghasilkan lebih kurang sekitar 54 ribu unut di pabrik aichi prefecture.lebih kurang 90% mobil yang sudah di produksi di ekspor ke eropa dan sejumlah negara juga lain nya.sedang di indonesia menjadi pertama di asean untuk mitsubishi outlander PHev dengan versi paling baru dan unit nya juga di hasilkan dari jepang.