Sejarah Lamborghini – Bermula Dari Truk Hingga Jadi Super Car

Sejarah Lamborghini - Bermula Dari Truk Hingga Jadi Super Car

Lamborghini merupakan salah satu merk mobil sport yang memiliki kecepatan yang tinggi dan harga yang sangat mahal. Mobil ini juga menjelaskan tingkatan strata sosial bagi pemiliknya. Banyak cerita menarik dibalik berdirinya brand ternama ini.

Awalnya Lamborghini bukanlah merk mobil sport yang mahal melainkan merk dari perusahaan traktor yang bernama Ferruccio Lamborghini. Pembuatan traktor di perusahaan Lamborghini dibuat menggunakan bahan yang didapat dari bekas Perang Dunia II yang sangat melimpah pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, nama Lamborghini terus meroket. Tidak hanya memproduksi traktor saja, mereka mulai merambah ke dunia mesin pendingin dan pemanas ruangan.

Ferruccio Lamborghini menjadi kaya berkat usahanya tersebut. Ketika ia kaya, ia membeli mobil Ferrari 250 GT yang sangat terkenal di eranya dulu. Sayangnya mobil yang ia beli tidak cukup memuaskan, khususnya pada bagian kopling sehingga ia mendatangi Enzo Ferrari untuk meminta beberapa saran terkait ketidaknyamanannya tersebut.

Sayangnya jawaban yang diberikan Enzo Ferrari justru menjadi tamparan keras bagi Ferruccio, bagaimana tidak, Enzo Ferrari mengatakan bahwa problem pada mobilnya bukanlah berasal dari mesin melainkan dari pengemudinya.

Parahnya lagi, Ferrari justru menghina Ferruccio dengan mengatakan bahwa ia lebih cocok mengurus traktor ketimbang mobil sport. Mendengar hal ini, Ferruccio bersumpah untuk membuat mobil sport yang dapat bersaing dengan Ferrari.

Ferruccio akhirnya memutuskan untuk membuat mobil mewah di kota kecil San’Agta sebagai tempat memproduksi mobil. Ia bahkan merekrut mantan pekerja Ferrari. Mereka adalah Giotto Bizzarini, Franco Scaglione dan juga Paolo Dallara. Proyek pertama mereka berhasil meledak dan disukai oleh pecinta mobil sport. Produk pertama mereka diberi nama Lamborghini 350 GT. Lamborghini memulai debut nya pada bulan Maret 1964 di ajang Geneva Auto Show.

Siapa sangka dibalik ledekan Ferrari justru tercipta mobil sport lainnya yang mampu bersaing di lintasan balap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *