Penjualan Kurang Memuaskan, Mobil Ini Terpaksa Berhenti Dijual

Penjualan Kurang Memuaskan, Mobil Ini Terpaksa Berhenti Dijual

Pasar otomotif di Indonesia terus mengalami peningkatan, ada banyak mobil baru yang inovatif dan keren yang diproduksi. Bahkan produsen asal China seperti DFSK dan juga Wuling ikut meramaikan pasar otomotif di tanah air. Namun dari sekian banyak mobil yang diproduksi, tetap saja ada produk yang tidak laku bahkan mengalami penurunan disetiap tahunan. Ingin tahu mobil apa saja yang akhirnya tidak dijual lagi karena tidak laku di pasaran ?

Mobil pertama yang akhirnya diputuskan untuk tidak dijual lagi adalah Mitsubishi Delica. Pihak Mitsubishi akhirnya memutuskan untuk memberhentikan penjualan mobil yang satu ini karena tidak mencapai target penjualan. Pada kuartal pertama tahun ini, Mitsubishi hanya berhasil menjual 26 unit. Meski gagal di Indonesia, di negara asalnya Jepang, mobil ini masih aktif diproduksi.

Kurang Laku, Penjualan Mobil-Mobil Ini Terpaksa Disetop

Mobil kedua merupakan produksi dari Honda, yakni Honda Freed. Sebenarnya Honda Freed membawa banyak fitur yang menarik, hanya saja banyak yang menganggap konsep desain yang dibawa aneh sehingga sedikit yang berminat untuk membeli mobil ini. Sejak keluar di tahun 2009 silam, penjualan mobil ini terus mengalami penurunan hingga akhirnya pihak Honda memutuskan untuk menyetop penjualan produk ini.

Kurang Laku, Penjualan Mobil-Mobil Ini Terpaksa Disetop

Mobil ketiga adalah Chevrolet dengan varian Spin. Mobil yang satu ini harus diberhentikan dari peredaran karena minimnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli mobil yang satu ini. Pada tahun 2014 silam, General Motors Indonesia akhirnya memutuskan untuk menyetop produksi mobil ini di Indonesia.

Kurang Laku, Penjualan Mobil-Mobil Ini Terpaksa Disetop

Mobil keempat adalah Toyota Etios Valco. Ternyata memiliki nama yang besar tidak selalu menjamin mobil akan terus laku. Hal ini terbukti dengan gagalnya Toyota dalam menjual Etios Valco. Mobil ini akhirnyqa ditarik dari pasaran pada tahun 2013 silam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *